VrigoNET – Kita memang telah hidup di dunia yang serba IT, bahkan seperti data-data pribadi kitapun semua sudah ada terjejak di dunia internet kita. Jenis berita apa yang kita sukai, musik populer, status yang kita update, hingga percakapan kita sehari-hari bisa saja sangat terjejak dengan jelas.

Seperti yang kita ketahui, disetiap gadget termasuk gadget elektronik Anda hingga gadget-gadget yang ada diseluruh dunia ini, sudah terpasang suatu berkas yang bernama Cookies. Cookies berfungsi untuk menyimpan data-data sederhana tentang kebiasaan dan keseharian Anda, sesuai dengan apa yang dicari di web browser.

Para perusahaan teknologi di dunia ini juga sudah menganggap hal ini adalah wajar, mereka pun beralasan bahwa Cookies tidak akan membahayakan siapapun.

Tujuan Cookies diciptakan adalah untuk memfilter dan merelevansikan konten-konten dan hasil pencarian sesuai dengan minat penggunanya. Bahkan pengguna gadget juga bisa menghapus seluruh riwayat Cookies yang ada di perangkat secara berkala, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Walaupun begitu, Cookies berkembang hingga bisa menyimpan informasi-informasi lain dari pengguna internet, tersusun rapi sesuai waktu dan tanggal, tersimpan nama dan kata sandi, serta informasi data lainnya.

Sistem periklanan saat ini juga sudah menggunakan Cookies untuk menampilkan iklan-iklan yang relevansi sesuai dengan minat user, jadi gak usah heran jika ada suatu situs atau produk yang pernah Anda kunjungi bisa tepapar dengan jelas di iklan situs selanjutnya.

Walaupun Cookies tidak berbahaya, namun Cookies masih menyimpan informasi-informasi penting mengenai data pribadi, dan bisa saja diperjual-belikan oleh oknum tertentu.

Tapi, Benarkah Privasi dan Data Pribadi Bisa Dijual-Belikan?

Antara Penyedia Layanan Internet dan Privasi Pengguna

Walaupun masih banyak keraguan diantara para pakar IT dunia, namun bisa saja itu dilakukan apalagi oleh perusahaan-perusahaan teknologi, terutama seperti perusahaan raksasa Google dan Facebook.

Khusus Google dan Facebook memang belum diketahui apakah sudah ‘memperdagangkan’ hal penting tersebut, namun jika kerjasama dengan pemerintah, kedua perusahaan besar tersebut telah mengakui sudah banyak berbagi data terutama kepada pemerintah AS, India, dan Inggris.

Selain itu, disisi lain pasti sudah mulai banyak situs-situs yang kita temukan bisa digunakan secara gratis, tetapi sebenarnya dengan bayaran mereka bisa melacak data-data pribadi pengguna, dan dengan itulah itulah mereka bisa menghasilkan uang.

Belum lagi penyedia internet atau ISP, ternyata diam-diam juga bisa mengetahui banyak hal tentang data pengguna. Mulai dari informasi umum seperti umur, jenis kelamin, hingga informasi lainnya yang lebih detail.

“Mereka belajar dan melayani kita secara gratis, dan itulah cara penyedia layanan mendapatkan uang, Lain lagi dengan penyedia internet, kamu membayar mahal tapi mereka malah mengkhianati kepercayaanmu, bagi saya ini sangat menakutkan,” ujar Dane Jasper, Co-Founder perusahaan ISP independen Sonic, dikutip dari TeknoLiputan6.

Pernah saya membaca artikel salah satu pakar marketing yang cukup terkenal, dia memang percaya bahwa data-data pribadi di internet sudah tidak bisa dipercayakan lagi keamanannya.

Salah satu kutipan yang saya ambil dari tulisannya yaitu, “satu-satunya cara untuk menjaga data penting kita saat ini adalah, jangan pernah menggunakan internet lagi” – Anonymous