VrigoNET – Tepatnya pada hari ini, 2017 sudah tiba, namun tentu masih banyak informasi yang dapat kita gali lebih dalam di tahun 2016 yang lalu, seperti pendanaan startup terbesar di Indonesia pada tahun 2016.

Pertumbuhan investasi pada perusahaan-perusahaan asal Indonesia memang cukup meningkat drastis daripada tahun 2015 yang lalu, karena tidak usah dipertanyakan lagi, sebab Indonesia dan Singapura merupakan negara yang paling dilirik oleh para investor.

Hal ini juga disebabkan karena mulai percayanya para investor terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa yang cukup menjanjikan, sehingga sangat menarik perhatian para pebisnis untuk berinvestasi di negara kita yang tercinta ini.

Setidaknya terdapat 4 perusahaan asal Indonesia yang telah kita rangkum sebagai daftar perusahaan yang mendapatkan pendanaan terbesar di tahun 2016 bahkan masuk di daftar pendanaan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

4. Elevenia

Pendanaan Terbesar di Indonesia Pada Tahun 2016

Elevenia merupakan salah satu pemain e-commerce yang eksistensinya cukup tenar di panggung pasar Indonesia. Bahkan di tahun 2014, Elevenia mampu meraih pendapatan sebanyak Rp 250 milyar, padahal di tahun tersebut Elevenia baru saja diluncurkan tepatnya pada tanggal 1 Maret 2014.

Pada tahun 2015, Elevenia juga mampu mendapatkan pendapatan sebesar US$ 90 juta atau setara Rp 1,17 triliun. Melebihi target yang diharapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp 1,1 Triliun.

Jadi pantas saja jika Elevenia dapat menarik simpati investor dengan mendapatkan pendanaan sebesar US$ 50 Juta atau setara dengan Rp 650 milyar pada bulan Februari 2016 lalu.

Walaupun nilai investasi ini lebih kecil daripada sebelumnya pada tahun 2015 yaitu US$ 60 Juta (setara Rp 850 Milyar), dan kurang terkenal dari e-commerce lainnya seperti Bukalapak dan Tokopedia, namun Elevenia bisa terbilang perusahaan e-commerce yang cukup untuk diawasi saat ini.

3. MatahariMall

Pendanaan Terbesar di Indonesia Pada Tahun 2016

MatahariMall memang cukup tenar di panggung e-commerce Indonesia, karena ribuan bahkan ratusan lebih pilihan produk dari segala aspek kebutuhan sehari-hari yang bisa dibilang sangat lengkap membuat menarik banyak perhatian masyarakat Indonesia.

Selain itu perusahaan ini berada dibawah komando Lippo Group, salah satu konglomerat terbesar dan terkaya di Indonesia, jadi pantas saja jika MatahariMall menjadi e-commerce yang cukup agresif dengan dana yang luar biasa dari perusahaan induknya.

Dan di Oktober 2016, MatahariMall mendapatkan kucuran dana US$ 100 Juta atau Rp 1,3 Triliun dari perusahaan investor besar dan ternama dari Jepang yaitu Mitsui & Co.

2. Tokopedia

Pendanaan Terbesar di Indonesia Pada Tahun 2016

Siapa sih yang gak kenal dengan Tokopedia? Sebuah e-commerce terbesar di Indonesia juga mendapatkan dana yang cukup besar, bahkan Tokopedia masuk di peringkat ke-4 dengan pendanaan terbesar Asia Tenggara.

Bahkan di tahun 2016, Tokopedia mendapatkan penghargaan sebagai The Best Company Consumer Industry di ajang Indonesian Digital Economy Award 2016.

Sehingga tak usah heran jika Mall Online terbesar dan nomor satu di Indonesia ini mendapatkan kucuran dana sebesar US$ 147 Juta (setara Rp 1,9 Triliun) pada April 2016 yang lalu.

1. Go-Jek

Pendanaan Terbesar di Indonesia Pada Tahun 2016

GO-JEK merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang sangat berkembang pesat tumbuh sejak peluncuran Aplikasi Go-Jek pada awal tahun 2015. Go-Jek terus berkembang menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia dan menjadi saingan beratnya Grab dan Uber.

Bahkan pada April 2016 lalu, GO-JEK kembali menantang Grab dan rival saingan paling berat yaitu Uber sebuah perusahaan penyedia transportasi asal California, dengan meluncurkan layanan baru yaitu Go-Car.

Walaupun Aplikasi Go-Jek baru diluncurkan pada tahun 2015, namun GO-JEK telah mendapatkan suntikan dana sejak tahun didirikannya yaitu tahun 2011, dengan pendanaan sebesar US$ 100 Juta atau Rp 1,4 Triliun (Kurs Rp 14.000/Dolar AS).

Di tahun 2016 ini, GO-JEK kembali raih dana investasi sebanyak US$ 550 Juta atau Rp 7,2 Triliun yang diraih dari para investor KKR, Capital Group Private Market, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan para investor internasional lainnya yang masih belum diketahui namanya.

Antara GO-JEK, Uber, dan Grab memang ketiga perusahaan teknologi penyedia transportasi tersebut merupakan rival yang sangat sengit. Bahkan di tahun 2015 saja, Grab bekerja sama dengan China Investment Corporation (CIC) untuk bersama mengalahkan Uber.

Dan yang paling menariknya lagi, Grab kembali mendapatkan pendanaan terbesar nomor satu di wilayah Asia Tenggara mengalahkan GO-JEK, dengan pendanaan US$ 750 juta (Rp 9,8 triliun).