VrigoNET – Setelah banyaknya keluhan dari para pengiklan di YouTube, hingga pihak Google harus memperbaharui kebijakan Adsense bagi para creator YouTube. Baru ini, Google juga memperluas kebijakan hate-speech (ujaran kebencian) bagi para publisher Adsense.

Langkah ini bertujuan untuk mengatasi masalah iklan yang secara tidak langsung dapat mendanai konten yang tidak pantas. Perbaharuan kebijakan ini juga sekaligus proses lanjut dari pihak Google untuk menyelesaikan masalah dan kontroversi di dunia periklanan Google dan YouTube. Baca disini tentang Kebijakan Baru YouTube.

Memang bukan di Indonesia saja, tetapi di lingkup global, bahkan di Amerika Serikat saja jumlah konten yang sebenarnya tidak pantas untuk dipublikasikan malah cepat tersebar dikalangan masyarakat.

Mulai dari berita hoax, diskriminatif, propaganda, radikalisme, hingga pelecehan dan konten ekstrem lainnya sangat mudah sekali menjadi makanan bagi para pengguna internet, apalagi bagi masyarakat yang baru merasakan dunia internet.

Walaupun begitu, kebijakan baru ini juga bukan berarti bahwa program Adsense pada suatu website harus dicabut sepenuhnya, tetapi pihak Google hanya mencabut dan menghapus sebagian iklan yang ditayangkan.

Hal ini disebabkan karena kebijakan baru pada Adsense ini hanya diterapkan pada tingkat halaman saja, bukan tingkat situs atau secara keseluruhan website. Sehingga iklan yang dicabut, hanya pada konten-konten yang berisi ujaran kebencian saja, namun di konten biasa iklan tetap akan ditayangkan.

“Inilah sebabnya mengapa kami meluncurkan perubahan pada cara kami menerapkan kebijakan kami sehingga ketika menemukan contoh konten buruk di situs web yang menjalankan iklan, kami dapat menurunkan (iklan) hanya pada laman itu. Kami merasa bahwa ini adalah cara yang lebih proporsional untuk melindungi pengiklan kami dari konten yang tidak patut sambil tetap melakukan yang terbaik untuk membantu pemilik situs web menghasilkan uang dengan kualitas dan konten yang aman. ” ujar Rick Summers, Google’s global lead for publisher policies dikutip dari MarketingLand.

Juru bicara Google juga mengungkapkan bahwa kebijakan baru ini akan diterapkan secara global, namun pasti akan membutuhkan waktu untuk menerapkannya dan perubahannya tidak akan langsung terlihat.

Selain itu, pihak Google juga menyarankan agar pemilik situs dapat selalu mengawasi komentar dari para pengunjung.

Sebab, komentar merupakan salah satu percakapan publik antara penulis, pembaca, dan pengunjung lainnya. Hingga perbedaan pendapat pasti tidak akan terhindari dan dapat menimbulkan ekspresi negatif.

Oleh sebab itu, kebijakan baru Adsense juga berharap agar penayang iklan dapat selalu memoderasi komentar pada halaman konten yang ada.

“Konten buatan pengguna, seperti komentar di akhir artikel, merupakan praktik standar bagi pemilik situs web. Tapi bagian ini bisa rentan terhadap penyalahgunaan,” ujar Rick Summers

Pihak Google juga menyatakan, bahwa dari keseluruhan publisher yang mendaftar program Adsense, sekitar hanya 12% saja yang diterima sedangkan 88% lainnya banyak pemiliki website yang tidak mematuhi kebijakan program Adsense.