Sebelum membahas tentang cara meningkatkan konversi penjualan. Sebelumnya sudahkan sobat tahu apakah itu konversi?

Secara sederhana, arti konversi adalah persentase pengunjung yang melakukan tindakan di website Anda. Biasanya arti konversi ini lebih dikaitkan dengan penjualan dan sering dipakai terutama di situs e-commerce atau situs penyedia jasa/barang lainnya.

So, gak usah heran kenapa setelah banyaknya berkembang toko online di internet Indonesia, ramai orang-orang membicarakan tentang cara meningkatkan konversi penjualan mereka.

Bicara tentang cara meningkatkan konversi, tentu ada banyak sekali langkah-langkah yang bisa dilakukan. Antara lain bisa melalui video marketing, media sosial, SEO, dan email marketing (walaupun masih banyak cara lain, tapi 4 langkah tersebut merupakan yang paling umum digunakan).

Baca jugaCara Dasar Meningkatkan SEO Website Bisnis Anda

Tapi, untuk kali ini, kami akan fokus membahas tentang cara meningkatkan konversi penjualan Anda terkhususnya melalui email marketing.

Yup, melalui email marketing, dan tentu masbro sekalian jangan anggap remeh tentang the power of email marketing ini. Beberapa kelebihan dan kekurangan, serta bagaimana dan mengapa harus melakukan email marketing bisa sobat lihat penjelasan lengkapnya disini.

Baca juga5 Alasan Mengapa Video Harus Digunakan Sebagai Strategi Marketing

Tanpa basa-basi lagi, daripada muter-muter terus penjelasannya dan bikin ngantuk 😪 langsung saja ke poin utama kita, yaitu cara meningkatkan konversi penjualan melalui email marketing, simak baik-baik yo!

1. Subjek yang Seperti Clickbait

cara meningkatkan konversi
Contoh Clickbait yang menarik pengunjung

Dari sebuah email yang muncul di inbox, yang pertama nongol dan yang pertama dilihat pasti judulnya. Dalam ilmu marketing, selalu pakai materi “pandangan pertama“. Karena onsumen akan lebih cenderung ke sesuatu yang pertama kali yang ia lihat.

Buatlah judul yang sekiranya bisa “menipucalon konsumen Anda. Kayak judul-judul clickbait lah…. “3 Cara ini Bakal Membuatmu Kaya tanpa Kamu Sadari” atau “Lima Cara yang Membuat Situsmu Ramai, No. 7 Bikin Kamu Terkagum“, atau apalah. Yang penting bisa bikin orang penasaran.

Kalau judul udah bisa membuat orang penasaran, pasti orang itu akan membuka dan mulai membaca email Anda. Tapi yang namanya email, judulnya kan gede-gede. Jadi ya usahain judulnya itu singkat tapi cukup membuat pembaca penasaran.

Tapi ingat, “seperti clickbait” lo… Bukan clickbait beneran. Jadi apa yang kamu tulis di subjek itu benar dan bisa dipertanggung jawabkan. Jangan cuma ngasal ngomong aja. Harus ada pembuktian bahwa subjekmu itu bukan bohong belaka.

2. Pancing Pengunjung di Paragraf Pertama

Jangan sia-siakan orang yang udah pengen baca emailmu. Orang-orang itu sangat berharga bagimu. Jadi jangan sampai membuat orang tersebut kecewa ketika ia mulai membaca. Paragraf pertama bisa diisi dengan kelanjutan subjek jika kepanjangan.

Jadikan apa yang dibahas di subjek itu berkaitan langsung dengan paragraf pertama. Tak sedikit orang yang salah mulai dari step ini. Biasanya si marketer salah ini mengisikan paragraf pertama dengan perkenalan diri.

Ingat! Orang-orang gak akan mau kenalan sama si marketer. Ngapain juga kenalan? Cuma ada nama sama contact aja, itu udah cukup. Sebagai marketer, kita cuma media penghubung antara konsumen dengan produk.

3. Sajikan Data di Bagian Kedua

cara meningkatkan konversi
Data merupakan salah satu cara meningkatkan kepercayaan customer | Photo by pexels.com

Judul dan paragraf pertama yang terkesan ngibul tadi dipertanggung jawabkan disini. Dalam membangun sebuah brand, kepercayaan adalah nomor satu, bukan harga, bukan tempat, bukan yang lain. Kepercayaan adalah kunci dari pertumbuhan brand.

Misalkan di awal kamu membahas soal “cara cepat kaya“. Disini kamu buktikan bahwa memang benar ada cara yang bisa bikin cepet kaya. Berikan jumlah berapa orang-orang yang bisa kaya dalam waktu relatif singkat. Kalau perlu, sajikan juga data demografi-nya, seperti usia, jenis kelamin, dan domisili.

4. Berikan Alasan di Bagian Ketiga

Setelah si pembaca email ini sudah tergiur dengan apa yang sudah kita sodorkan di bagian-bagian sebelumnya, kita todong lagi dia dengan alasan kenapa sih dia harus “cepat kaya“, “emang kalau kaya nya lambat kenapa?“.

Alasan adalah salah satu roda penggerak yang paling ampuh. Ketika dia, si pembaca email ini sudah tau kenapa sih dia musti cepet kaya, kenapa kaya nya gak boleh besok-besok aja kalau udah punya cucu, secara dia pasti bakalan tergerak buat “pengen cepet kaya“.

5. Tawarkan Produkmu

Ketika si pembaca email udah mulai terhasut dengan “godaan” kita, mulailah menawarkan produk di bagian ini. Jadi untuk menawarkan produk jangan di bagian kedua setelah kamu ngenalin diri dari mana. Itu mah marketing jaman kebo, jaman baheula.

Deskripsikan produkmu secara detail tapi menarik untuk dibaca. Sebutkan fitur-fitur yang dimiliki oleh produkmu. Dan jelaskan apa sih perbedaan produkmu dengan produk lain yang sejenis. Bila perlu, sodorkan promo-promo yang menggiurkan kepada calon konsumenmu biar mereka lebih tertarik untuk membeli.

Disinilah pengalaman berkata manis diaktifkan. Tulislah kata-kata mengenai produkmu seindah mungkin, biar orang yang membaca emailmu bisa kepincut dengan produk yang kamu tawarkan.

“Kalau yang belum berpengalaman gimana? Apa kudu ikut kursus marketing?”

Pengalaman dan skill yang hebat itu sebenarnya bukan didapatkan dari kursus. Bukan dihitung dari berapa banyaknya biaya yang keluar buat kursus. Tapi tetap waktu yang akan membuatmu hebat. Buat yang pengalamannya masih sedikit, asah terus kemampuanmu. Maksimalkan skillmu.

~ Menuju tak terbatas dan melampauinya ~
Buzz Lightyear

6. Cantumkan Contact Person

cara meningkatkan konversi
Kan lucu, masa customer udah tertarik dengan produk yang ditawarkan, eh gak ada contact person-nya

Ketika si “korban email marketing” ini sudah mulai tertarik dengan produk yang kamu tawarkan, pasti si korban mencari-cari tau gimana sih cara mendapatkan produknya. Atau mungkin dia mau tanya-tanya dulu sebelum beli. Kan biar jadi smart buyer gitu… Gak ngasal beli.

Meskipun di aplikasi email udah ada fitur “reply” buat membalas email yang kamu kirim, korban akan cenderung tidak menyukai bertukar pesan dengan cara ini. Ya maklum lah, chatting lewat email seperti ini udah gak asik lagi. Lebih asik kalau lewat app yang lebih mudah. Paling engga lewat SMS lah.

Jadi, berikan kontak orang yang bisa ditanya-tanyai mengenai produk yang kamu tawarkan di bagian akhir email. Sekedar saran, berikan kontak Whatsapp saja. Soalnya WA kebanyakan dipakai buat urusan penting, urusan bisnis contohnya.

7. Buatlah E-Mail seperti Japri, bukan Broadcast

Buatlah konten email yang sangat menarik, yang enak dibaca. Kalau bisa, kata-kata yang kamu buat itu sangat friendly sehingga si pembaca ini merasa nyaman dan seakan-akan sudah akrab.

Caranya, jangan terlalu sering memakai kata “Anda“, langsung sebut namanya saja, misal “Bapak Yoga“, “Ibu Evy“, atau pakai sebutan yang biasa dipakai di perusahaan Anda seperti “masbro”.

Kalau konten dibuat seperti ini, percayalah, orang tersebut akan lebih merasa nyaman ketimbang memakai kata “Anda“.

Orang itu akan merasa lebih dihargai ketika disebut namanya. Jujur, saya sendiri lebih suka email yang kayak gini. Dan kebanyakan email yang kayak gini pasti saya reply, saya lanjuti pembicaraannya.

Nah, mungkin yang jadi kendala adalah gimana cara menyebut nama orang (target) di email. Apa kita nulis email satu-satu, disalin, diganti nama-namanya, terus dikirim secara bergantian? Ngabisin waktu!

Mending dibuat sistem yang menyimpan nama beserta emailnya. Sistem yang bisa ngirim ke email yang sudah disimpan dan menyebut nama-nama target sesuai dengan emailnya yang ada di database. Urusan teknik sih. Mungkin kedengaran sulit. Tapi kalau tau caranya nggak akan sulit sih, tapi cenderung ke “ribet“.

8. Jangan Sepelekan Desain

Saya pernah baca artikel serupa dengan ini, ya… situsnya gak gede-gede amat sih. Disana dia bilang kalau nulis email buat marketing itu nggak perlu desain yang bagus, yang penting kata-katanya yang bisa mempengaruhi.

Pernyataan dia bener sih, tapi salah dikit di bagian “penyepelean desain”. Tapi belum tentu salah sih, lha saya juga lupa tahun berapa dia posting itu artikel. Kalau dia posting di tahun-tahun sebelum 2008 sih sah-sah aja dia bilang gitu. Kalau sekarang ini nyebut kayak gitu, salah besar bro!

Orang-orang jaman sekarang pengennya matanya itu dimanjain. Apapun yang dia lihat harus sedap dipandang. Kalau gak sedap, minggir! Begitu juga kalau dia baca email. Yang dia lihat sekilas cuma tulisan-tulisan? minggir! Gak cocok ama people jaman now!

So, buatlah desain semenarik mungkin dan se-sedap mungkin dipandang untuk memanjakan mata orang-orang yang membaca email kita.