VrigoNET – Singapura memang dikenal sebagai Negeri Seribu Larangan, karena untuk meludah dan membuang permen karet pun dilarang, bahkan sudah lebih dari setengah abad negeri tersebut sunyi dari berbagai kritikan karena pembungkaman kebebasan pers dan politik.

Walaupun begitu, aturan tersebut tidak berlaku bagi Amos Yee, seorang Blogger remaja Singapura tersebut seringkali mengkritisi pandangan politik pemerintahannya.

Melalui situs blognya dan media sosial, Yee pernah menuai kontroversi karena telah mempublikasikan video kritik yang kurang pantas kepada Lee Kuan Yew, setelah negeri Kota Singa itu baru berkabung atas kematian perdana menteri pertamanya.

Karena aksi berpendapatnya yang sangat agresif dan brutal, tentu Amos Yee mendapat banyak kecaman, bahkan dari berbagai umat lintas agama.

Oleh sebabnya, Yee dengan visa turisnya berimigrasi ke Amerika Serikat untuk mendapatkan perlindungan (suaka) demi menyelamatkan dirinya.

Memang ada beberapa negara yang menyediakan perlindungan bagi siapapun yang terkena masalah di negara asalnya, seperti pelarian politik dan beberapa kasus lainnya.

“Yee menunjukkan jika ia amat menderita atas penganiayaan terakhir yang didapatnya karena pandangan politik dan memiliki ketakutan akan masa depannya di Singapura,” ujar Samuel Coel, Hakim Imigrasi AS dilansir dari SindoNEWS.

Walaupun masih mendapat berbagai penolakan pula di Amerika Serikat, seperti dari lembaga US Department of Homeland Security, Hakim Imigrasi Samuel Coel tetap mendukung Yee karena kisah penganiayaan tragisnya di Singapura.

Pengacara Amos Yee, Sandra Grossman juga memuji sikap hakim dan menyatakan bahwa sebenarnya hak kebebasan untuk berbicara adalah (hal yang) suci.

Prinsip Kebebasan Berpendapat yang Kebablasan

Seperti yang Anda ketahui, Amos Yee pernah membuat kondisi Singapura memanas lantaran mempublish video yang menyamakan Lee Kuan Yew dengan Yesus Kristus, setelah mantan perdana menteri pertama tersebut meninggal dunia pada tahun 2015 lalu.

Blogger Amos Yee
Beberapa Foto dari Video Amos Yee yang sangat menuai kontroversi dan provokasi | Foto by MyNewsHub

Pada bulan September 2016, Yee kembali dijebloskan ke penjara selama 6 minggu setelah memposting video yang berisi kritikan tidak pantas (penistaan) kepada pemeluk agama Kristen dan Islam, bahkan banyak kabar beredar bahwa Amos Yee adalah seorang atheis.

Yee juga pernah memprovokasi persahabatan antara Singapura dan Inggris, dengan membukukan kartun yang menggambarkan Lee Kuan Yew dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dengan gambar yang vulgar.

Sebagai Blogger tentu harus berani menyuarakan suara dan pendapat ke khalayak umum demi tegaknya kebebasan pers, namun tentu dalam menyampaikan pers juga harus memikul tanggung-jawab yang besar.

Kebebasan pers merupakan hak asasi manusia yang dilindungi dan dijamin oleh hukum, namun tentu kebebasan itu harus dibayar dengan menyajikan pemberitaan yang benar, cerdas, aktual, dan komprehensif.